Aku tak pernah mengerti apa rencana-Nya. Memberiku rasa gembira ketika siang ini aku mendengar suaramu setelah sekian lama aku tak mendengarnya. Begitu pula memberiku rasa sakit malam ini. Untuk kesekian kalinya, aku melihat fotomu bersama dia. Dia orang yang kau sebut hanya sebatas teman dekat, dan kini kau sebut lovely di akun socmed.
Apa mungkin benar kata mereka? Aku yang terlalu bodoh. Terlalu bodoh berharap kau kembali sedangkan kau tidak. Secepat itu kah kau melupakanku? Setelah sekian lama kita bersama? Setelah yang kita lalui bersama? Secepat itu kah? Apa memang aku yang benar-benar teramat bodoh? Yang dengan mudah terbuai ucapanmu? Apa yang kau mau sebenarnya?
Apa rencana-Mu Tuhan? Apa yang ingin Kau tunjukkan dari rasa sakit ini? Apa perjuanganku salah? Apa aku harus berhenti memperjuangkan kenangan kami? Apa Tuhan? Apa?
Mungkin emang seharusnya aku yang mundur. Seharusnya aku sadar, betapa tak sempurnanya aku dibandingkan dia yang kau pilih. Selamat menempuh hidup baru. Selamat ulang tahun. Kau tau kemana mencari buangan hatimu, kau tau dimana aku berada.
With painful,
-31-
